Showing posts with label School Work. Show all posts
Showing posts with label School Work. Show all posts

Thursday, May 28, 2015

Proyek Bahasa Indonesia Semester 2 : Negosiasi

Yo, lama tak berjumpa, admin disini sedang sibuk, ditengah tengah UAS(Ujian Akhir Semester) malah sibuk ngepost, habisnya kangen :3

Disini saya akan membagikan hasil kerja proyek Bahasa Indonesia saya di semester dua kelas 10 ini. Saya memilih tema negosiasi karena menurut saya materi ini tidak terlalu sulit. Langsung saja XD




Kata Pengantar

Segala puji bagi tuhan seluruh sekalian alam, yang masih memberikan saya kehidupan untuk mengerti dan membuat proyek tentang negosiasi ini, juga kepada orang tua yang selalu mendukung saya dalam belajar, kepada pak Masrani yang terhormat, teman-teman X MIPA 7 yang selalu menyemangati saya.
            Proyek ini berisi tentang kandungan di dalam salah satu materi dari pelajaran Bahasa Indonesia ini, yaitu Negosiasi. Saya mengambil proyek ini karena banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
   Saya menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan didalam membuat proyek ini. Saya menerima kritik dan saran yang dapat membantu saya dalam memperbaiki laporan buku ini.

Pengertian Negosiasi
Negosiasi berasal dari dua kata, yaitu Nego dan Siasi. Nego berarti tawar-menawar, sedangkan Siasi adalah proses. Jadi, Negosiasi dapat berarti Proses tawar-menawar yang dilakukan oleh dua pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda.
Negosiasi merupakan suatu bentuk interaksi sosial yang terjadi dimana pihak-pihak yang saling berkaitan berinteraksi untuk menyelesaikan suatu masalah atau suatu tujuan dan menentukan jalah atau sebuah kesepakatan yang terbaik (solusi terbaik) dari beberapa perbedaan yang ada.


Struktur Teks Negosiasi
·         Secara Umum :  1. Pembuka  2. Isi  3. Penutup
Secara Lengkap :
1.      Orientasi : Pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya.
2.      Permintaan : Di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi.
3.      Pemenuhan : Pihak yang terkait memberitahukan mengenai barang atau obyek agar orang yang diajak interaksi oleh pihak tersebut menjadi lebih paham.
4.      Penawaran : Suatu puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.
5.      Persetujuan : Kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.
6.      Pembelian : Terjadinya transaksi jual beli antara masing-masing pihak terkait.
7.      Penutup : Mengakhiri dari sebuah percakapan antara kedua pihak untuk menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.




Kaidah Teks Negosiasi
·         Memiliki partisipan
·         Konjungsi
·         Verba
·         Terdapat kalimat tutur berpasangan
·         Kalimat yang santun
Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi
§  Menggunakan bahasa yang santun
§  Terdapat bahasa ungkapan persuasi. Bahasa Persuasif yaitu, bahasa yang digunakan untuk membujuk.
§  Berisi pasangan tuturan
§  Keputusan atau kesepakatan yang dihasilkan tidak   merugikan kedua pihak
Bersifat memerintah dan memenuhi perintah

Ciri-ciri Negosiasi
§  Menghasilkan kesepakatan
§  Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan
§  Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian
§  Mengarah kepada tujuan praktis
§  Memprioritaskan kepentingan bersama

Jenis-Jenis Negosiasi

·         Berorientasi pada bargaining yaitu menggunakan pendekatan yang digunakan oleh para komunikator yang kompetitif.
·         Berorientasi pada kalah-kalah, yang dalam prosesnya, pihak-pihak yang bernegosiasi mengabaikan kemungkinan menjadi pemenang sehingga dapat pendekatan ini pihak-pihak yang bernegosiasi menjadi pecundang.
·         Negosiasi dalam bentuk kompromi, yaitu pilihan yang didasari oleh pertimbangan daripada berada dalam posisi ”kalah menang” atau “mengandung resiko kalah-kalah”
·         Berorientasi menang menang yang disebut juga sebagai pendekatan kolaboratif. Asumsinya, pemecahan dapat dicapai dan memuaskan kebutuhan semua pihak yang terlibat didalamnya


Gaya-gaya Bernegosiasi
·         Gaya promotor, orang dengan gaya sosial mempunyai sifat cepat memutuskan, agresif, kreatif, cenderung verbal dan banyak ide yang muluk-muluk. (agresif)
·         Gaya fasilitator, orang dengan gaya mempunyai sifat ramah, suka menolong, mempunyai tenggang rasa, bersifat peka atau perasa, selalu berbicara dan bertindak diplomatis. (perasa)
·         Gaya kontroler, orang dengan gaya sosial yang mempunyai sifat yang tidak sabar, ingin berkuasa, penuh tekad, hanya mengandalkan atau berorientasi pada hasilnya saja. (ambisius)
·         Gaya analitikal, orang dengan gaya sosial yang memiliki kesabaran spesifik terperinci dan pemikir. (pemikir)
Sikap yang Harus Dimiliki Saat Bernegosiasi

•      Pantang menyerah.
Sering sekali dalam proses negosiasi memakan waktu yang panjang dan melelahkan. Disini sering terjadi pihak yang lelah akhirnya menyerah. Sehingga seorang negosiator haruslah kuat dan pantang menyerah. Sering taktik negosiasi dilakukan dengan membuat prosesnya sangat melelahkan hingga lawan menyerah.
•      Komunikatif.
Sikap komunikatif sangat perlu dimiliki oleh seorang negosiator karena tugas negosiator sangat terkait dengan komunikasi. Dalam kesehariannya, negosiator didominasi oleh kegiatan perbincangan. Tanpa memiliki kemampuan melakukan komunikasi yang baik, seorang negosiator tidak pernah mendapat keberhasilan dan kesuksesan. Teknik komunikasi yang perlu diperhatikan dalam melakukan negosiasi adalah memulai pembiacaan dengan tepat, menyesuaikan antara pembahasan dengan lawan bicara, jika terjadi perbedaan pendapat tidak langsung ditentang namun dilakukan dengan suatu persetujuan yang diikuti dengan kata tapi, dan bijaksana. Fungsi komunikasi dalam negosiasi adalah:
Komunikasi sebagai penyambung gagasan dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Komunikasi sebagai pengarah klien/partner sesuai gagasan yang disampaikan. Agar dapat diarahkan, komunikasi yang dilakukan haruslah optimal dengan menggunakankemampuan komunikasi verbal dan visual (nonverbal).
Komunikasi sebagai perangsang agar klien / partner memberikan reaksi yang  diharapkan yaitu kesepakatan kedua belah pihak.
Komunikasi sebagai alat untuk memberikan penghargaan pada klien / partner dengan pengaturan waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan bicara dan apresiasi-apresiasi yang pantas dan elegan.
•      Cerdas dan Berwawasan.
Kecerdasan dan wawasan akan membantu negosiator untuk mendapatkan solusi atas masalah dan keputusan terbaik yang harus diambil. Skill ini sangat terkait dengan teknik problem solving yang sudah dibahas pada posting sebelumnya (problem solving). Dalam hal negosiasi, bentuk kecerdasan juga dapat berupa sikap cerdik (bukan culas).
•      Selera Humor.
Selera humor berfungsi mempererat ikatan komunikasi dengan klien. Tawaran yang disampaikan dengan selingan humor akan membuat partner / klien tidak merasa dipojokkan. Sifat humor juga akan mengurangi ketegangan saat negosiasi, menjadikan suasana akrab dan santai, mempermudah mencapai sasaran atau tujuan.
•      Sikap Positif.
Negosiator adalah pekerjaan yang sangat terkait dengan interaksi. Sehingga harus ditanamkan bahwa segala yang terjadi memiliki nilai positif. Bentuk sikap positif dalam negosiasi adalah mendengar dan berbagi kesempatan dalam berbicara. Sikap positif akan mengarahkan hasil negosiasi yang positif pula.
•      Perhatian.
Sikap ini adalah dengan selalu memperhatikan hal-hal yang terjadi pada klien. Seorang negosiator haruslah memiliki sikap empati kepada klien. Empati akan membuat klien menjadi merasa didengar, diperhatikan, dan dirasakan secara mendalam permasalahan yang membelitnya. Saat itu, klien akan secara refleks akan ikut berempati terhadap tujuan yang diinginkan oleh negosiator.
•      Sabar.
Sikap temperamental adalah sikap yang kurang baik. Sehingga jagalah tingkat emosional ketika berhubungan dengan orang lain. Berfikirlah positif jika sesuatu hal yang tidak menyenangkan karena itu terjadi dengan suatu sebab. Anggap saja hal itu sebagai hambatan yang harus dilewati. Sering terjadi bahwa suatu yang negatif merupakan titik peluang atau titik memulai strategi negosiasi yang baru dan lebih bagus karena dilandasi dengan keluhan atau kepribadian atau motivasi klien / partner. Sikap sabar akan mampu membaca peluang disaat terjadi hal yang tidak menyenangkan.
•      Jujur.
Kejujuran adalah hal yang mutlak ada pada seorang negosiator. Hal ini dikarenakan kebenaran memiliki sifat yang hakiki dimana kebenaran akan selalu terbukti. Pembuktian kebenaran fakta yang disampaikan oleh negosiator akan meningkatkan level kepercayaan negosiator. Dengan dipercaya, tentu akan membawa negosiator lebih mudah melakukan negosiasi berikutnya dengan klien yang sama. Sehingga kejujuran akan membawa penerimaan.



•      Inisiatif dan Kreatifitas.
Seorang negosiator dituntut untuk selalu dinamis dalam menghadapi setiap persoalan. Oleh karena itu seorang negosiator harus memiliki sikap inisiatif dan kreatifitas yang tinggi. Sikap ini akan membawa negosiator untuk mampu secara cepat mengambil keputusan. Sikap ini terkait dengan syarat kecerdasan yang harus ada karena untuk inisiatif dan kreatif haruslah cerdas.
•      Sensitif atau Peka.
Seorang negosiator haruslah peka terhadap situasi dan perubahannya terkait perkembangan proses negosiasi. Terutama ketika memperhatikan bahasa tubuh lawan. Hal ini karena umumnya sering terjadi kebohongan dalam negosiasi, sehingga kepekaan dalam membaca bahasa tubuh menjadi sangat penting untuk menilai kondisi negosiasi yang sebenarnya.

Sikap yang Tak Boleh Dimiliki Saat Bernegosiasi

•      Melihat negosiasi sebagai konfrontasi

Konfrontasi tidak diperlukan dalam negosiasi. Kenyataannya, negosiasi yang efektif dicirikan dengan pihak-pihak yang bekerjasama untuk mendapatkan solusi, daripada masing-masing pihak berupaya MEMENANGKAN kontes keinginan.
Selalu diingat bahwa sikap yang anda tunjukkan pada saat negosiasi (msl. keras, korporatif) akan menentukan tone dalam interaksi. Jika anda melakukan konfronasi, anda akan berkelahi dengan tangan anda.
•      Mencoba Menang Dengan Berbagai Cara

Jika anda "menang" maka harus ada yang kalah, dan akan menciptakan situasi yang kian sulit. Perspektif terbaik dalam negosiasi adalah mencoba untuk menemukan solusi dimana kedua pihak"menang" . Jangan melihat negosiasi sebagai kontes yang harus dimenangkan.
•      Menjadi emosional
Adalah hal yang wajar menjadi emosional pada saat melakukan negosiasi yang penting. Namun, semakin kita emosional, semakin kita kurang membangun negosiasi yang konstruktif. Sangat penting untuk menjaga kendali.




•      Tidak mencoba memahami orang lain
Karena kita mencoba menemukan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak, kita perlu memahami kebutuhan dan keinginan orang lain . Jika kita tidak tahu kebutuhan atau keinginan orang lain, kita tidak dapat melakukan negosiasi dengan baik. Yang sering terjadi, ketika kita mencoba mencari tahu tentang seseorang, yang kita temukan adalah ketidaksetujuan yang tidak signifikan.
•      Fokus pada kepribadian, bukan isu
Biasanya, dengan orang yang tidak begitu kita sukai, kita cenderung menganggap betapa sulitnya orang tersebut. Ketika hal tersebut terjadi, negosiasi yang efektif tidak mungkin dilakukan. Maka penting untuk berpegang pada isu, dan menyingkirkan rasa suka atau tidak suka pada individu.
•      Menyalahkan orang lain
Pada konflik atau negosiasi, masing-masing pihak memberikan kontribusi, yang menjadikannya lebih baik atau buruk. Jika anda menyalahkan orang lain karena kesulitan yang dibuat, anda akan menciptakan situasi kemarahan. Jika anda bertanggung jawab terhadap masalah, anda menciptakan semangat kerja sama.
Pasangan Tuturan

•      Mengucapkan salam - membalas salam
•      Bertanya - menjawab/tidak menjawab
•      Meminta tolong - memenuhi/menolak permintaan
•      Menawarkan - memenuhi/menolak tawaran
•      Mengusulkan - menerima/menolak usulan

Contoh Hal yang Dapat Dinegoisasikan

Harga Barang/Jasa(Barang contohnya harga sepatu, jasa contohnya transfer pemain sepakbola)
Gaji pekerja
Pembuatan Undang-Undang, dll


Contoh Teks Negosiasi (Dalam Jual Beli)

Pembeli : “ Pak saya mau beli sepeda yang ini, berapa harganya?“
Penjual: “ Oo.. kalau yang itu harga nya 900 ribu mas.”
Pembeli : “Apakah boleh kurang harganya pak?“
Penjual : “Boleh, Mas mau nawar berapa?”
Pembeli : “Yaudah kalo gitu 800 ribu saja pak”
Penjual : “Wah tidak bisa mas, masih belum dapat itu.”
Pembeli : “Kalau 825 ribu gimana pak?”
Penjual : “Tidak bisa juga mas, gimana kalau 850 ribu aja mas?”
Pembeli : “Baiklan pak saya mau, ini uangnya.”
Strategi Dalam Bernegosiasi

•      Mengeryit ( The Wince )
Taktik ini dikenal juga dengan istilah Terkejut ( Flinch ) merupakan reaksi negatif terhadap tawaran seseorang. Dengan kata lain, bertindak terkejut saat negosiasi yang diadakan pihak negosiator berjalan dengan keinginan pihak lain.
•      Berdiam ( The Silence )
Jika Anda tidak menyukai apa kata seseorang, atau jika Anda baru saja membuat tawaran dan Anda sedang menunggu jawaban, diam bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Kebanyakan orang tidak bisa bertahan dalam kesunyian panjang ( " Dead Air Time" ). Mereka menjadi tidak nyaman jika tidak ada percakapan untuk mengisi kekosongan antara Anda dan pihak lain. Biasanya, pihak lain akan merespon dengan konsesi atau memberikan kelonggaran.
•      Ikan Haring Merah ( Red Herring )
Istilah ini diambil dari kompetisi tua di Inggris, Berburu Rubah ( Fox Hunting Competition ). Dalam kompetisi ini, tim lawan akan menyeret dan membaui jejak rubah ke arah lain dengan ikan. Sehingga, anjing lawan akan terkecoh dan kehilangan jejak. Sama halnya saat negosiator membawa "ikan amis" atau isu lain ke meja perundingan untuk mengalihkan perhatian dari isu utama bahasan.
•      Kelakuan Menghina ( Outrageous Behaviour )
Segala bentuk perilaku - biasanya dianggap kurang bermoral dan tidak dapat diterima oleh lingkungan- dengan tujuan memaksa pihak lain untuk setuju. Seperti pihak manajemen muak dengan tuntutan yang dianggap tidak masuk akal dan terpaksa menandatangi kontrak dengan air mata kemudian membuangnya secara ganas dan dramatis seolah - olah diliput oleh media. Tujuan dari taktik ini adalah untuk menggertak orang - orang yang terlibat dalam negosiasi.
•      Yang Tertulis ( The Written Word )
Adalah persyaratan ditulis dalam perjanjian yang tidak dapat diganggu gugat. Perjanjian, sewa guna usaha ( leasing ), atau harga di atas pahatan batu dan sekarang di kertas ( uang ) adalah contoh - contoh Yang Tertulis.
•      Pertukaran ( The Trade-off )
Taktik ini digunakan untuk tawar - menawar. Pertukaran hanya menawarkan konsesi, sampai semua pihak setuju dengan syarat - syarat. Sebenarnya, taktik ini dipakai untuk kompromi.
•      Ultimatum ( The Ultimatum )
Penggunaan ultimatum kadang-kadang ( seldom ) efektif sebagai taktik pembuka dalam negosiasi. Namun, suatu saat dalam sebuah negosiasi yang panjang saat Anda merasa Anda perlu menggunakan taktik ini.
•      Berjalan Keluar ( Walking Out )
Pada beberapa situasi, berjalan keluar dapat digunakan sebagai strategi untuk memberikan tekanan pada pihak lain.
•      Kemampuan untuk Mengatakan "Tidak" ( The Ability to Say "No" )
Sebuah taktik memepang peran sangat penting dalam segala macam strategi negosiasi dan cara menyampaikannya secara tepat. Pertama dan paling dasar untuk mempelajari taktik ini adalah bahwa apa pun bila mengatakan 'tidak' secara langsung, diterjemahkan oleh pihak lain sebagai 'ya'.

Keterampilan Dasar Dalam Bernegosiasi

•      Ketajaman pikiran / kelihaian
•      Sabar
•      Kemampuan beradaptasi
•      Daya tahan
•      Kemampuan bersosialisasi
•      Konsentrasi
•      Kemampuan berartikulasi
•      Memiliki selera humor
Tujuan Dalam Bernegosiasi

§  Untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
§  Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.
§  Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana masing-masing pihak merasa menang (win-win solution).

Manfaat Negosiasi

•      Untuk mendapatkan atau menciptakan jalinan kerja sama antar badan usaha atau institusi ataupun perorangan untuk melakukan suatu kegiatan atau usaha bersama atas dasar saling pengertian. Dengan terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak inilah maka tercipta sebuah transaksi bisnis yang saling terkait, sehingga membuat hidup perekonomian. Dengan kata lain, bahwa suatu proses negosiasi bisnis merupakan bagian dari suatu proses interaksi guna menghidupkan perekonomian dalam skala yang lebih luas.
•      Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses negosiasi akan memberikan manfaat untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas dan juga untuk mengembangkan pasar, yang diharapkan memberikan peningkatan penjualan. Proses negosiasi bisnis juga akan menghasilkan harga yang lebih baik dan efisiens, yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Dalam jangka panjang hal ini akan memberikan kemajuan dari sebuah perusahaan.

Kesimpulan
Teks Negosiasi sangat diperlukan, karena dapat membantu untuk menyelesaikan masalah dan menentukan kesepakatan diantara dua pihak yang berbeda kepentingan.


Daftar Pusaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi
http://astrianjanyrayki.blogspot.com/2014/04/pengertian-tujuan-manfaat-dan-hambatan.html
http://fujianto21-chikafe.blogspot.com/2015/01/contoh-teks-negosiasi.html
http://cyntdev.blogspot.com/2014/06/negosiasi-apa-yang-dimaksud-dengan.html
http://vidyvirgo-virgo.blogspot.com/2011/05/keterampilan-dasar-negosiasi.html
http://tugasbimmd.blogspot.com/2014/03/definisi-negosiasi-dan-berserta-contoh.html
http://deapermatasari10.blogspot.com/2014/06/teks-negosiasi.html
http://paulananlohy.blogspot.com/2014/06/teks-negosiasi.html
https://rayvictory.wordpress.com/2012/04/11/negosiasi-dan-lobby/
http://brainly.co.id/tugas/64258
http://www.habibullahurl.com/2015/02/pengertian-dan-struktur-teks-negosiasi.html


Sekian dari saya, Terimakasih :3
Sampai ketemu di lain waktu!!!

Monday, May 11, 2015

Recount Text

Yo, selamat berjumpa lagi :3 Maaf kalo admin akhir-akhir ini jarang update, sibuk di dunia nyata...
Sekarang admin mau update tugas Bahasa Inggris, yaitu membuat Recount Text, ini dia...




When I was at 9th grade, after national exam, there was a farewell party for the one who will graduate from my Junior High School. My JHS gave us some of time to prepare for the farewell party. We spent it by preparing for the farewell party.
One day, I felt so bored because I didn't have any work to do at school, so I felt going to school after National Exam is useless and I didn't want to go to school anymore. Because of my boredom, I saw my friends are playing a cardgame, named Cardfight!! Vanguard. It's a game using card, played by 2, 3, or 4 people. They played it because they have a freetime and I saw that they were so happy by playing it. I used to be interested by the card's art, it's really cool. But, I felt that game are spending too much money and time, so I decided to not play that game.
Later on, I went to school and had so many freetime again. And again, I saw my friends playing Vanguard happily. My friend told me to try playing it and lent me a deck. But, I refused it. On the way go home, my friends came at me and told me that he want to give me his deck to me. I didn't directly take it, because I felt bad for him, because I know a little about that deck's price. But he said no problem, and just pretend it as a farewell gift from him. Got no choice but to take it.
The next day, my friends taught me how to play it, etc. I felt so happy by playing it, althought I kept losing at playing it. My friends also gave me the Cardifight!! Vanguard Animation Series. So, I could learn more about it. In the end, my freetime are fulfilled with that game and keep playing it until now, I hope that someday I'll enter the international tournament and become the champion... Aamiin :3



Thanks For Reading :3

(Extra :
But, when I entered the Senior High School 10 Samarinda, I felt so disappointed, because no one know Cardfight!! Vanguard on this school... Even the cardgame, there are nobody who know the animation. So I kept searching for a friend to play it. I searched for them by lending them my deck, told them how to play, and giving them the animation.  Until some of my friend interested and one of my friend bought one of my deck. I keep playing againts him sometime, and sometime I go to Lembuswana/SCP to play againts my friends on other school.)

Wednesday, February 25, 2015

Ketidakadilan Dalam Hukum

Kali ini admin akan share lagi tentang tugas PKN lainnya, yaitu membuatu suatu artikel tentang keadilan/ketidakadilan dalam hukum/norma lainnya.


Pemimpin yang harusnya mewakili rakyat, malah menyengsarakan rakyat. Yang harusnya menyejahterakan masyarakatnya, malah bermewah-mewahan. Mendapatkan rumah besar, tempat kerja yang nyaman, mobil besar, dll. Sedangkan, rakyatnya? Untuk mencari uang sepeserpun harus menguras keringat, bagaimana untuk mendapatkan rumah bagus, kalau yang buruk pun masih sulit dicari. Memang benar para pejabat/petinggi itu orang yang pintar, tetapi kepintarannya digunakan untuk sesuatu yang salah, bukan untuk menyejahterakan rakyatnya tetapi malah dipakai untuk memikirkan cara makan sehari-hari keluarga sendiri. Memang tidak semua, tetapi tidak jarang juga pejabat yang tega memakan uang rakyatnya sendiri. Bagaimana pemerataan di Indonesia?

Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak dipelihara oleh negara”

Asas Keadilan dan berdasarkan Pasal 6 ayat 1 huruf G UU No. 10 tahun 2004 makna asas dimaksud : “Bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.”


Dapat dilihat dalam video ini, perbedaan orang yang diurusi pemerintah(karena memiliki uang banyak) dan yang ditelantarkan pemerintah. Orang kaya pun begitu, tidak mau memberi dan hanya memikirkan diri sendiri. Bukankah kita satu bangsa? Apalagi sudah tertulis didalam UUD 1945, kita memiliki tujuan umum yang sama, yaitu “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Wawancara Ketua RT Sekitar

Siang, disini admin akan sedikit share tentang tugas PKN saya, yaitu mewawancarai Ketua RT.




Nama Anggota :  
-      Adimas Fachri Ranunegoro              
-          Naufal Aditya Dirgandhavi
-          Rawindra Syach Putra

Pertanyaan :
1. Siapakah nama bapak?
2. Darimana asal bapak?
3. Berapa lama bapak menjabat menjadi RT?
4. Apa alasan bapak mau menjabat sebagai ketua RT?
Perkenalkan, nama saya ___
5. Bagaimana cara pemilihan ketua RT?
6. Apa visi dan misi bapak saat pertama kali menjabat sebagai ketua RT?
7. Apakah dalam RT memiliki struktur? Jika iya, apa saja pak?
8. Apa saja tugas dan kewajiban seorang ketua RT?
Perkenalkan, nama saya ___
9. Berapa lama masa jabatan seorang ketua RT?
10. Apa ada warga bapak yang sulit diatur? Jika ada, bagaimana cara menghadapinya?
11. Jika ada warga bapak yang melanggar peraturan, misalnya membuang sampah sembarangan, dan bapak sedang melihat di tempat. Apa tanggapan dan bagaimana tindakan bapak?
12. Apa program kerja bapak sudah berjalan dengan baik atau belum?
13. Apa suka duka bapak selama menjabat sebagai ketua RT disini?

Jawaban :
1.       Suprato Edi
2.       Malang, Jawa Timur
3.       Sekarang pada tahun ke-7
4.       Untuk mengabdi kepada masyarakat
5.       Secara langsung
6.       Membuat lingkungan RT menjadi lebih baik, menghijaukan lingkungan RT
7.       Ada, ketua, sekretaris, bendahara, dibantu oleh 4 seksi, yaitu seksi keamanan, kebersihan, seksi kesejahteraan masyarakat, dan seksi keagamaan
8.       Memimpin para warga RT, menjalankan program
9.       3 tahun/Periode
10.   Selama ini belum ada
11.   Ditegur dengan halus supaya tidak melukai perasaan
12.   Selama ini berjalan dengan baik.
13.   Suka : Bila berbuat sesuatu untuk banyak orang, atau berguna bagi masyarakat, dll

Duka : Capek, menyita waktu luang, dll

Monday, January 19, 2015

Teori Masuknya Islam Dari Bangsa Arab

 Menurut saya, Teori Makkah adalah yang paling masuk akal bagi saya. Karena, selain Islam berasal dari arab, juga beberapa faktor yang saya dapatkan dari berbagai macam sumber, contohnya yaitu :

1.      Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
2.      Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.

Prof. Hamka adalah salah satu sejarawan yang mendukung teori ini. Dia setuju dan menyatakan bahwa Islam sudah masuk ke Indonesia pada abad 1 Hijriah(7-8 M) langsung dari arab.
Selain Hamka, Arnold juga berpandangan bahwa, para pedagang Arab juga menyebarkan Islam ketika mereka dominan dalam perdagangan Barat-Timur sejak abad-abad awal Hijriah atau abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Meskipun tidak terdapat catatan-catatan sejarah tentang kegiatan mereka dalam penyebaran Islam, namun ia berasumsi bahwa mereka juga terlibat dalam penyebaran Islam kepada penduduk lokal di Nusantara.

Asumsi ini diperkuat dengan adanya sumber Cina yang menyebutkan bahwa, menjelang akhir perempatan abad ke-7 seorang pedagang Arab menjadi pemimpin sebuah pemukiman Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Sebagian orang-orang Arab ini dilaporkan melakukan perkawinan dengan wanita lokal. Menurut Arnold anggota-anggota komunitas Muslim ini juga melakukan –kegiatan-kegiatan penyebaran Islam.

Juga menurut saya teori persia(atau yang sekarang disebut negara Iran) salah, karena menurut saya, di Indonesia sendiri tidak menganggap Syiah sebagai Islam lagi.
Syiah juga menyembah Ali bin abi thalib, selain menyekutukan Allah SWT. , mereka membenci rasul dan para sahabatnya, termasuk Aisyah R.A.

Wallahualam.

Sumber : http://materimissrinna.blogspot.com/2013/02/proses-masuknya-agama-islam-di-indonesia.html
http://sejarah.kompasiana.com/2013/09/16/tiga-teori-masuknya-islam-ke-indonesia-590107.html





Saturday, December 27, 2014

Liburan Semester

           Pada liburan semester 1 ini, saya pulang ke tempat tinggal orang tua saya, yang berada di Balikpapan. Setelah dibagikan raport oleh wali kelas pada hari sabtu tanggal 20 Desember. Setelah dibagikan raport, saya langsung kembali ke asrama dan bersiap-siap untuk pergi ke Balikpapan. Pada akhirnya saya dijemput oleh ayah saya, tetapi sebelum berangkat, saya meminta tanda tangan satpam asrama pada surat IB(Izin Berlibur). Saya pun berangkat dan meninggalkan asrama selama dua minggu pada jam 11:30. Saya pergi ke Balikpapan dengan seorang teman di asrama, yang bernama Hilmy dari X MIPA 9. Dia berkata bahwa ia ingin menginap di rumah saya sambil menunggu keberangkatan pesawatnya pada hari Senin tanggal 22 Desember ke Tarakan.
           Di perjalanan, saya melihat nilai raport saya, yang bisa dibilang tidak terlalu bagus dan tidak buruk. Tetapi ada satu mata pelajaran yang membuat saya bingung, yaitu Lintas Minat Bahasa Inggris. Sebenarnya saya tidak mengikuti Lintas Minat Bahasa Inggris, melainkan Lintas Minat Bahasa Arab, tetapi yang tertera malah Lintas Minat Bahasa Inggris dengan nilai C+. Lantas saya memberitahukan ayah saya tentang itu.
           Sebelum kembali menuju Balikpapan, ayah saya mengajak saya dan Hilmy untuk menghadiri sebuah undangan teman ayah saya, sekaligus makan siang. Saya pun pergi kesana dan kembali ke perjalanan pada jam 14:00. Kami pergi dan sempat beberapa kali berhenti untuk sholat dzuhur dan ashar. Kami sampai pada pukul 18:00. Lalu kami makan malam, sholat dan beristirahat.
          Keesokan harinya pada tanggal 21 Desember, ayah saya menyuruh saya untuk mengajak Hilmy bermain sepeda keluar. Saya pun mengajaknya bermain sepeda dan mengunjungi sekolah SMP saya, yaitu SMP Nasional KPS Balikpapan. Kami pun melihat ke dalam sekolah, yang ternyata banyak perubahan di dalamnya. Kami pun kembali ke rumah untuk beristirahat dan sarapan.Pada jam 10:00, saya kedatangan tamu yang ternyata teman SMP saya yang mengajak saya bermain. Setelah itu, kami berpisah, saya pun mengajak Hilmy untuk pergi ke BTC(Balikpapan Trade Center) untuk melihat acara J-Fest 2014 pada jam 11:00. Setelah sampai di BTC, kami pergi ke Gramedia terlebih dahulu, untuk membeli buku. Setelah membeli buku, kami langsung pergi ke acara J-Fest.
         Di acara J-Fest, ternyata sangat ramai, saya bertemu banyak teman SMP, teman rumah, teman bermain di Balikpapan, serta teman dari SMARIDASA, yaitu Azhima dari X MIPA 6. Saya dan Hilmy pun melihat-lihat karakter yang di Cosplay (Costume Play)-kan, serta barang-barang yang dijual di situ. Karena sangat ramai, kami hanya dapat melihat sendiri dari Cosplay Competition nya. Kami pun hanya dapat membeli stiker dan membelikan barang titipan oleh teman SMARIDASA yang berupa kaos dan jaket. Lalu kami berfoto-foto bersama karakter yang di Cosplaykan disitu. Lalu pada saat jam 14:00, kami makan siang dan sholat dzuhur. Setelah itu, kami kembali ke J-Fest dan berfoto-foto. Kami pun pulang pada pukul 16:00. Setelah itu, saya mengajak Hilmy untuk pergi ke Cardshop (Toko permainan kartu) Vanguard untuk bermain sebentar. Disana saya bertemu teman yang tadi datang ke rumah. Setelah itu kami pulang dan beristirahat. Pada malam harinya kami hanya menghabiskan dengan bermain laptop.
        Keesokan harinya, pada pukul 04:30, kami bersiap-siap untuk mengantar Hilmy menuju bandara untuk terbang dengan pesawat menuju Tarakan. Kami sampai di bandara pada pukul 05:30, kami pun meninggalkan Hilmy, karena pesawatnya akan datang pada pukul 06:40. Saya dan ayah saya pun pulang. Sesampainya di rumah, saya pun merasa kesepian seorang diri, karena Hilmy sudah kembali ke Tarakan. Saya pun menghabiskan waktu hanya dengan bermain laptop. Waktu menunjukkan angka 12:30, saya pun sholat dzuhur dan makan siang. Setelah itu, saya pergi menuju Cardshop Vanguard untuk bermain bersama teman-teman saya, begitu pula hari-hari selanjutnya.
           Pada hari Sabtu, 27 Desember, pukul 12:00, saya diajak teman-teman SMP saya untuk pergi menonton di Blitz. Mereka mengajak saya menonton Doraemon Stand By Me 3D yang akan tayang pada pukul 13:00. Saya pun bergegas menuju kesana. Setelah sampai, saya pun langsung membeli tiket dan masuk ke dalam studio. Film tersebut berdurasi 1 jam 30 menit. Setelah itu kami pun makan siang dan akhirnya berpisah. Di perjalanan pulang, saya kembali mengunjungi Cardshop dan bermain sebentar sebelum pulang.
           Keesokan harinya, pada pukul 10:00, teman SMP saya datang ke rumah saya untuk membicarakan tentang turnamen Vanguard yang saya adakan pada hari minggu ini. Pada pukul 13:00, setelah sholat dzuhur saya pergi ke Cardshop untuk membuat turnamen. Tujuan saya membuat turnamen ini adalah untuk mengumpulkan uang untuk membeli Trial Deck baru. Turnamen itu pun menghabiskan waktu 1 ¼ jam. Lalu saya pulang untuk beristirahat.
           Pada keesokan hari, saya kembali pergi dan bermain di Cardshop, dan juga saya membeli Trial Deck yang baru. Saya pun langsung mencoba Trial Deck tersebut. Saya menghabiskan har-hari selanjutnya dengan kartu baru tersebut.
           Pada hari Rabu, 31 Desember 2014, saya mempersiapkan untuk merayakan tahun baru 2015, saya berencana hanya menghabiskan waktu di depan laptop sampai hari kamis, karena saya pikir di depan rumah sudah ramai, karena dekat dengan lapangan merdeka. Pada pukul 11.00, saya kembali bangun dan bermain sampai tanggal 1 Januari 2015.
           Pada hari Sabtu, 3 Januari 2015, pada pukul 13:30. saya kembali ke Samarinda dan menemani keluarga saya berlibur di Samarinda. Saya pun menghabiskan hari terakhir liburan dengan keluarga saya di Samarinda, kami pun bersenang-senang.
           Pada hari Minggu, 4 Januari 2015, saya kembali ke asrama. Saya pun mempersiapkan apa yang saya perlukan di asrama untuk hari –hari selanjutnya. Pada pukul 15:00, saya makan siang lalu diantar oleh orang tua menuju asrama. Saya berpamitan dan kembali ke asrama pada pukul 15:30.

Sunday, November 30, 2014

Karangan

Sibuk Banar Aku Hari Ini

            Sebagai anak asrama, pasti mempunyai kesibukan sendiri. Dari bangun pagi, membersihkan kamar tidur, dll. Namun pada hari ini aku merasa sibuk sekali, karena tidak ada waktu luang sedikitpun. Pada pagi hari ini, aku kesiangan bangun, seharusnya jam 5, malah bangun jam setengah tujuh. Aku yang terbangun pada jam setengah tujuh pun langsung mengambil air wudhu untuk sholat subuh (karena kamar mandi masih ramai). Setelah sholat subuh, akupun masih bersantai-santai menyiapkan seragam dan buku pelajaran untuk hari ini. Setelah itu, aku mengecek jam, ternyata sudah jam setengah tujuh, akupun bergegas mandi. Setelah mandi, aku cepat-cepat memakai baju dan merapikan kamar tidur, dan langsung apel pagi. Karena takut terlambat, setelah apel akupun langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Saat di jalan, akupun teringat bahwa aku tidak membawa handphone. Waktu pun berlalu dari awal pelajaran hingga pulangan. Pada saat yang lain pulang ke rumah, saya tetap disini bersama kelompok saya untuk mengerjakan tugas hingga jam 5. Pada saat pulang, saya langsung sholat ashar dan mandi sore. Pada malam harinya, saya teringat akan PR untuk esok harinya, dan sayapun begadang hingga larut malam lagi.

Mendeskripsikan Kelas X MIPA 7

Naufal :
Ruang kelas X MIPA 7 berada diantara tangga menuju kelas X MIPA 8-X SOS dan kelas X MIPA 6, tepat di depan tangga dari RB1 (Ruang Belajar 1) menuju RB2. Ruangan ini cukup luas, dapat menampung 27 orang, dan 1 orang guru, dengan ukuran ukuran 9x8 m. Ruang ini memiliki dinding dan plafon yang berwarna putih. Lantai yang memiliki keramik berwarna krem dan memilki ukuran 60x60 cm. Ruangan ini memiliki beberapa fasilitas, 2 pintu, 1 papan tulis, bendera, 12 buah jendela dan gorden yang berwarna hijau untuk menutupinya dari sinar matahari. 2 Air Conditioner untuk mendinginkan ruangan, 14 buah ventilasi untuk memasukkan udara, 6 buah lampu, 30 buah kursi, 28 buah meja murid, dan 1 meja guru, memiliki dekorasi bertuliskan “SOL” di samping papan tulis dan “SEPATU”di dinding belakang, gypsum di langit-langit sudah ada yang rusak, juga ada beberapa alat untuk membersihkan kelas seperti sapu, dll.

Galih :
Ruang kelas X MIA 7 selain merupakan tempat kami untuk bergelut dengan ilmu pengetahuan dalam sebuah bidang tetapi juga sebagai tempat kami mengungkapkan segala ekspresi dan keluh kesah. Serta didukung teman-teman yang memiliki rasa kebersamaan dan toleransi terhadap temannya. Kelas ini menyenangkan, walaupun infrastruktur yang kurang lengkap, kelas kami terletak di bawah gedung utama dan diantara wc bawah dan X MIPA 6, berhubungan dengan warna yang melambangkan makna simbolis dari sifat suci yang melambangkan bahwa Kelas X MIA 7 ini merupakan kelas yang kami junjung agar selalu menjaga nama baik kelas maupun sekolah, walaupun hanya mempunyai 2 AC yang tidak boleh di hidupkan, satu papan tulis, dan kurangnya pasokan stop kontak yang sebenarnya merupakan hal yang kami butuhkan. Tetapi memiliki siswa siswi yang menambah warna kehidupanku, ini kelas solidaritas jika ada seorang siswa yang mendapatkan masalah kami siswa X MIA 7 siap membantu dengan segenap hati. Karena ini merupakan kelas pemimpin, berbeda dengan kelas-kelas yang lain, dan di Kelas X MIA 7 merupakan tempat paling nyaman bagi kami anak X MIA 7 dalam membagi penderitaan akibat banyak tugas yang banyak serta menumpuk tapi kami siap dalam hal bertanggung jawab untuk mengerjakanya. Kelas X MIA 7 

Anisa :
Ruang kelas X MIPA 7 adalah salah satu ruangan yang nyaman di SMA Negeri 10 Samarinda. Selain digunakan untuk belajar di kelas ini juga digunakan untuk bersantai. Kelas ini memiliki ukuran seluas 9x8 m. Dindingnya berwarna putih dan lantai dari keramik yang berwarna krem. Di bagian depan terdapat papan tulis dan disebelahnya terdapat bendera. Di bagian depan kanan kelas ada meja dan kursi untuk guru mengajar. Di kelas ini memiliki 28 meja dan 30 kursi. Di bagian jendela terpasang gorden yang berwarna hijau. Di atas jendela terdapat 2 AC. Di bagian belakang terdapat 3 sapu dan 2 sekop yang digunakan untuk membersihkan kelas.

Fachri :
Ruang kelas X MIPA 7 adalah salah satu ruang kelas yang ada di kampus B SMA Negeri 10 Samarinda. Ruang kelas ini terletak di bawah gedung utama, diantara tangga menuju lantai 2 ruang belajar 2, dan X MIPA 6. Ruang kelas X MIPA 7 berukuran sekitar 8x7 m. Berhubungan dengan warna, warna tembok ruang kelas X MIPA 7 berwarna putih dan keramiknya berwarna krem. Bicara soal fasilitas, Ruang Kelas kami mempunyai 6 lampu  neon, 2 AC, 1 papan tulis, 1 meja guru beserta kursinya, 1 bendera, 1 stop kontak, 1 mini board, 12 jendela beserta gordennya yang berwarna hijau, 2 buah pintu dan 27 meja untuk siswa beserta kursinya. Hampir setiap hari kegiatan belajar mengajar selalu dilakukan di ruang kelas X MIPA 7.


Apong :

Ruang kelas X MIPA 7,  2 minggu sekali pada hari kamis melakukan kerja bakti bersama. Setiap siswanya mempunyai tugasnya masing-masing dan setiap seminggu sekali murid X MIPA 7 melakukan rolling tempat duduk. Setiap harinya saat pulang sekolah ruang kelas X MIPA 7 dibersihkan oleh murid yang sudah mempunyai jadwalnya masing-masing. Kelas kami ini adalah salah satu ruang kelas yang berada di SMA Negeri 10 Samarinda kampus B. Ruang kelas kami terletak di gedung bawah yang berada diantara tangga dan X MIPA 6. Ruang kelas kami mempunyai fasilitas yang memadai untuk belajar mengajar seperti; meja dan kursi berjumlah 28 termasuk meja dan kursi guru, papan tulis, AC, lampu, dll.

Ceramah

Al-Afaatul Lisan (Bahaya Lidah)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Assolatuwassalam wa’ala asrofil anbiya’iwarmusalin ..Wa’ala alihi washohbihi ajmain amma ba’du. Puji syukur kepada tuhan seluruh sekalian alam, Allah SWT. Atas rahmat dan hidayahnya kita dapat berkumpul lagi pada hari ini disini. Shalawat serta salam selalu kita junjung kepada nabi besar SAW. Serta pengikutnya hingga akhir jaman.
Pada siang hari ini saya, Naufal Aditya Dirgandhavi, akan berkultum yang berjudul Al-Afaatul Lisan atau Bahaya Lidah
DUA hal penting yang sering diingatkan Islam kepada kita-manusia- adalah menjaga dan memelihara dengan baik lidah dan tingkah laku. Rasulullah saw. berpesan kepada kita semua yaitu,"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Qiyamat hendaklah berkata yang baik atau diam." Pesan ini menekankan tentang pentingnya menjaga tutur kata, tidak mengucapkan hal yang buruk dan menyakiti hati, karena bertutur sembarang tanpa pikir akan membawa kepada krisis lain yaitu permusuhan, kekacauan bahkan pertumpahan darah.
Maka dengan menjaga lidah dan tutur kata, dapat dipastikan akan terjalinnya kehidupan yang tenteram, damai dan sejahtera di tengah masyarakat sepanjang masa. Dalam konteks inilah Rasulullah saw berpesan supaya menjaga lidah dan tingkah laku agar tidak mengganggu dan melampaui batas atau menyentuh hak dan maruah orang lain.
Harus diakui bahwa manusia memang berbeda pandangan dan pendirian, bebas membuat pentafsiran terhadap sesuatu yang dirasakan benar baginya, tetapi manusia juga mempunyai akal dan pertimbangan secara etis dan berperadaban. Kalau tidak prihatin kepada hal itu ,  maka selanjutnya kita selalu dalam petaka.
Lidah memang tak bertulang, pepatah itu menggambarkan betapa sulit mengatur lidah ini. Terkadang dalam tempat-tempat perkumpulan, keadaan menjadi semakin seru bahkan akan menjadi segar, bila seseorang menyodorkan gosip 'baru'. Terlebih bila sang pencetus ‘gosip' pernah merasa dirugikan oleh 'sang calon' pesakitan. Yang ini bisa jadi akan tambah seru. Dia pernah disakiti, disinggung, dipermalukan, dijahili, ataupun yang serupa dengan itu. Maka rem lidah benar-benar sering blong.
Bila menghadapi kondisi 'menarik' seperti ini ungkapan cucu Rasulullah saw, Al-Husain ra mungkin bisa menjadi mizan (pertimbangan) bagi kita, "Seseorang yang menceritakan keburukan orang lain di hadapanmu, boleh jadi dia akan menceritakan keburukanmu (juga) pada orang lain."
***
Dalam sebuah perjalanan ke suatu daerah, para sahabat diatur agar setiap dua orang yang mampu, membantu seorang yang tak mampu (tentang makan-minum). Kebetulan Salman Al Farisi diikutkan pada dua orang, tetapi ketika itu ia lupa tidak melayani keperluan keduanya. Ia disuruh minta lauk pauk kepada Rasulullah saw. Dan setelah ia berangkat, keduanya berkata, "Seandainya ia pergi ke sumur, pasti surutlah sumurnya."

Sewaktu Salman menghadap, beliau bersabda, "Sampaikan kepada kedua temanmu bahwa kalian sudah makan lauk pauknya." Setelah ia menyampaikan kepada mereka berdua, lalu keduanya menghadap kepada Nabi saw dan katanya, "Kami tidak makan lauk pauk dan seharian kami tidak makan daging." Kemudian Rasulullah bersabda, "Kalian telah mengatakan saudaramu (Salman) begini-begitu. Maukan kalian memakan daging orang mati?" Mereka menjawab, "Tidak!" "Jika kalian tidak mau makan daging orang mati, maka janganlah kalian ghibah mengatakan kejelekan orang lain, sebab yang demikian itu berarti memakan daging saudaranya sendiri."

Menurut Ibnu Abbas, kisah tersebut yang melatarbelakangi diturunkannya surat Al-Hujarat: 12. "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (buruk), karena setengahnya itu dosa, dan janganlah menyelidiki kesalahan orang lain, dan jangan pula setengah kamu menggunjing (ghibah) atas sebagian yang lainnya. Maukah seseorang di antara kamu makan daging saudaranya yang mati? Pasti kamu jijik (tidak mau). Bertaqwalah kepada Allah, bahwasannya Allah menerima taubat lagi Penyayang."
***
Imam Sya'bi adalah salah seorang syekh di kota Basrah, pada suatu hari beliau berceramah di hadapan murid²nya, tersebutlah seorang murid duduk disampingnya, yang mulai sejak awal Imam Sya'bi berbicara tidak pernah ia bertanya atau berkata-kata sepatah katapun, tidak seperti murid-muridnya yang lain, maka bertanyalah Imam Sya'bi kepada muridnya yang satu ini ;
"Mengapa engkau tidak berkata sepatah katapun .....?"
Anak muda itu menjawab, dengan sebuah kalimat bijak," Oo, Aku diam, maka aku selamat. Aku mendengarkan, maka aku tahu. Sesungguhnya manusia itu mempunyai bagian masing-masing, di telinganya, bagian itu untuknya, di lidahnya bagian itu untuk orang lain. Seseorang justru tertimpa celaka karena terpeleset lidahnya, dan tidaklah ia terkena bahaya lantaran terpeleset kakinya, apabila ia terpeleset kakinya ia akan sembuh kembali dalam waktu yang tidak lama, tetapi apabila ia terpeleset gara-gara perkataannya bisa saja ia kehilangan kepalanya."

Di Basrah pernah kedatangan seorang pria yang disangka wali dan tampaknya sangat alim. Penduduk kota itu memuja-muja sang wali lantaran melihat pakaiannya yang serba taqwa, jubahnya tebal, sorbannya panjang, dan biji tasbihnya besar-besar, ia begitu dihormati, dan penduduk banyak memberikan sedekah kepadanya. Hingga dalam tempo singkat wali itu menjadi kaya raya, tetapi sebutirpun belum pernah wali itu memberikan ilmu kepada penduduk Basrah sampai saatnya ia akan meninggalkan kota itu. Sehingga Imam Hasan Al Bashri ingin tahu, siapa gerangan dia, dan sejauh mana ketakwaan dan kealimannya. Maka didatanginya wali tersebut di penginapannya, kepada sang wali Imam Hasan Al Bashri bertanya ," Dari mana Tuan memperoleh derajat kewalian?"
Orang itu dengan congkak menjawab," dari Allah ". Dengan ucapan seringkas itu tahulah Imam Hasan Al Bashri bahwa orang tersebut bukan wali, melainkan seorang penipu belaka. Seyogyanya ia berkata, "Maaf, saya bukan wali." Sebab tidak ada seorangpun yang mengaku dirinya wali adalah benar-benar wali. Derajat kewalian tidak pernah disadari oleh yang bersangkutan, derajat kewalian hanya dirasakan oleh orang-orang yang memahami betapa beratnya menjadi orang saleh, yang memilih kebajikan bagi orang lain daripada keuntungan buat diri sendiri.
Inilah Bencana Lidah itu
Lidah adalah salah satu ayat Allah, juga salah satu nikmat-Nya. Maka wajiblah manusia memeliharanya dari dosa dan kemaksiatan, serta menjaganya dari ucapan-ucapan yang bisa menimbulkan penyesalan dan kerugian. Lidah akan menjadi saksi pada hari kiamat. "Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki menjadi saksi atas mereka terhadap apa-apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. 24:24)

Lidah termasuk nikmat Allah SWT yang sangat besar bagi manusia. Kebaikan yang diucapkannya melahirkan manfaat yang luas dan kejelekan yang dikatakannya membuahkan ekor keburukan yang panjang. Karena dia tidak bertulang, dia tidak sulit untuk digerakkan dan dipergunakan. Dia adalah alat paling penting yang bisa dimanfaatkan oleh syaithan dalam menjerumuskan manusia. 
Bahaya Lidah itu sebenarnya ada banyak, salah satunya adalah..
1. Alkalaamu fimaa laa ya'nihi (Ungkapan yang tidak berguna)
Nabi Saw. telah bersabda: "Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat antara dua janggut dan apa yang ada di antara dua kaki, maka aku jamin dia masuk surga. ( Muttafaq ‘alaih, dari Sahl bin Sa'ad)
Kadang seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan sebelumnya, sehingga menimbulkan kerugian dan penyesalan.

"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat". (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah)

Kita hendaknya hanya mengucapkan sesuatu yang bermanfaat, karena ucapan yang mubah dapat mengarah kapada hal yang makruh atau haram.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam". (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah)

Bila seseorang telah mengerti bahwa ia akan dihisab dan dibalas atas segala yang ucapan lidahnya, maka dia akan tahu bahaya kata-kata yang diucapkan lidah, dan dia pun akan mempertimbangkan dengan matang sebelum lidahnya dipergunakan. Allah berfirman: "Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan, kecuali di dekatnya ada malaikat Raqib dan ‘Atid." (QS.Qoof: 18)

2. Fudhulul Kalaam (Berbicara yang berlebihan)
Lidah memiliki kesempatan yang sangat luas untuk taat kepada Allah dan berdzikir kepadanya, tetapi juga memungkinkan untuk digunakan dalam kemaksiatan dan berbicara berlebihan. Semestinya kita mampu mengendalikan lidah untuk berdzikir dan taat kepada Allah, sehingga bisa meninggikan derajat kita. Sedangkan banyak berbicara tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan menjauhkan diri dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Menuju surga cepat dengan lisan, menuju nerakapun cepat dengan lisan. Lisan bagai ‘jaring' kalau menjaringnya baik akan mendapatkan hasil yang baik, sebaliknya jika tidak hasilnya akan sedikit dan melelahkan. Kata orang lidah tidak bertulang, maka lebih senang mengatakan apa-apa tanpa berfikir. Bahaya lidah ini sebenarnya besar sekali. Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Tiada akan lurus keimanan seorang hamba, sehingga lurus pula hatinya, dan tiada akan lurus hatinya, sehingga lurus pula lidahnya. dan seorang hamba tidak akan memasuki syurga, selagi tetangganya belum aman dari kejahatannya."

Allah telah memberikan batasan tentang pembicaraan agar arahan pembicaran kita bermanfaat dan berdampak terhadap sesama, sebagaimana firman-Nya: "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shodaqoh atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar." (Annisa:114)


Khutbah Jumat

MENJAGA LIDAH
Innal hamda lillaah, nahmaduhuu wanastaiinuhuu wanastaghfiruh, wanauudzu billaahi min suruuri anfusinaa, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdillaahu falaa mudlillalah, waman yudlilhu falaa haadiyalah.
Asyhadu allaa Ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariikalah, waasyhadu anna Muhammadan abduhuu warasuuluh.
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waash haabiihii ajmaiin.
Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Ya ayyuhaladzi naamanu, taqullooha haqqa tuqaatih, walaa tamuutunna illa waantum muslimuun.

Ma’asyiral muslimin rahimahullah…
Ushikum wa nafsi bi taqwallah….

KHUTBAH PERTAMA :
Lisan adalah bagian anggota tubuh kita yang sangat penting. Allah telah menyebutkan salah satu nikmat yang besar yang diberikan kepada manusia berupa lisan yang dapat digunakan untuk berkata yang fasih dan baik. Yaitu firman Allah di dalam surat Ar Rahman ayat yang ke empat;
“Allah mengajarkan manusia pandai berbicara dengan fasih”
Dengan nikmat yang besar itu Allah mengingatkan kita agar terus bersyukur, sehingga Allah selalu mengulang-ulang pertanyaan di dalam surat yang sama;
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”.
Ini menunjukkan betapa lisan itu merupakan nikmat yang besar. Tetapi ternyata daging tak bertulang ini, dapat menentukan apakah seseorang bisa mendapatkan surga atau neraka. Satu kata yang terucap sudah pasti dicatat oleh salah satu dari dua malaikat “Raqib dan Atid”. Allah SWT berfirman:
“Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 18)
Satu kata yang terucap yang menyakitkan orang lain terkadang membuat Allah murka meskipun itu diucapkan secara tidak  sengaja, tetapi pada akhirnya Allah memasukkan orang yang mengucapkan kata-kata itu ke dalam neraka.
Ucapan lisan dapat menjadi indikasi keimanan seseorang. Orang yang beriman selalu mengatakan kata yang baik, bila tidak mampu mengatakan yang baik, maka hendaknya ia diam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam”.
Begitulah pentingnya lisan, hingga Rasul Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa kebanyakan ahli neraka disebabkan karena lisan mereka, sebagaimana pula beliau menyampaikan bahwa ada dua lubang yang sangat mudah menjadikan pemiliknya massuk neraka, yakni antara dua bibir dan antara dua kaki.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di dunia ini, gara-gara lisan, seseorang mudah menceraikan istrinya. Gara-gara lisan, diri seseorang sudah tidak dihargai oleh teman-temannya. Gara-gara lisan, orang bisa kalap dan tega membunuh saudaranya. Dan gara-gara lisan, orang yang baik bisa terfitnah dan fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.
Hati-hati dengan lisan kita. Karena ia separuh dari diri kita. Penyair Arab mengatakan: “Lisan seorang pemuda itu separuh (diri)nya, dan separuhnya lagi adalah hatinya,
Setelah itu tidak ada lagi yang tersisa dari dirinya, selain dari daging dan darahnya”.  
Ma’asyiral muslimin rahimahullah…
Pada suatu hari, ada seorang raja yang bermimpi. Dalam mimpinya, sang raja merasa bahwa giginya lepas atau tanggal. Lalu dia mengumpulkan para pentakbir mimpi. Setelah para pentakwil mimpi datang, maka menghadaplah salah seorang diantara mereka dan berkata:
“Wahai sang raja,  ini berarti musibah yang besar, karena umur sang raja sangat pendek sekali”
Maka marahlah sang raja dan memerintahkan para pengawal untuk menyeretnya keluar. Datanglah pentakwil mimpi yang kedua, sambil mengatakan:
“Wahai paduka, mimpi paduka berarti kabar gembira”.
“Aku tidak mau pujianmu, katakan saja apa maksud mimpiku”, kata raja.
“Begini, paduka, arti dari mimpi itu adalah, bahwa paduka akan berumur sangat panjang, dan karena umur paduka sangat panjang hingga para keluarga paduka lebih dahulu meninggal. Dan raja akan memerintahkan kerajaan ini dalam waktu yang sangat lama pula”, jawab pentakwil mimpi yang kedua.
Sang raja merasa lega dengan takwil mimpinya, lalu dia memberi hadiah kepada pentakwil mimpi yang kedua.
Mungkin isinya yang disampaikan oleh kedua takwil mimpi itu sama, hanya cara menyampaikan dan cara mengatur kata-kata saja yang berbeda.
Ma’asyiral muslimin rahimahullah…
Kita harus menjadi umat dan bangsa yang selalu memiliki visi ke depan supaya menjadi bangsa dan umat yang kuat. Dan ciri-ciri bangsa dan umat yang kuat adalah selalu bekerja, bekerja dan bekerja. Tidak berkutat pada hal-hal yang sia-sia seperti mengumbar lisan untuk berbicara tentang banyak hal yang tidak ada gunanya.
Orang-orang barat tidak terlalu menanggapi lawan bicaranya yang membuka aib orang lain. Dalam sebuah perjanjian bisnis misalnya, ketika salah satu dari keduanya membicarakan kejelekan orang lain, maka orang satu mengatakan; “Stop, itu bukan urusan saya, dan mari kita lanjutkan pembicaraan bisnis kita”.
Belakangan ini kita ikut bergembira karena ada anak-anak muda, para siswa SMK yang berhasil merakit mobil yang digadang-gadang akan menjadi mobil nasional. Sungguh, ini merupakan berita yang baik, di tengah-tengah banyak informasi dan fenomena obral kata-kata. Banyak kata-kata yang diucapkan  yang terkadang berhubungan dengan nama seseorang yang ternyata bagian dari korban fitnah dari kata-kata itu. Siswa-siswa SMK ini patut kita contoh. Karena mereka sedikit bicara, banyak kerja. Dan bukan OmDo (omong doang). Apalagi mengumpat, menggunjing, gosip, dan fitnah. Marilah budaya ini terus kita bangun agar Indonesia menjadi bangsa yang produktif, bukan bangsa yang saling melempar kata-kata, yang akhirnya menimbulkan permusuhan, tawuran, perkelahian, penyerangan hingga kita terkesan sebagai bangsa yang suka mengamuk. Semua ini berawal dari yang namanya lisan.
Betapa indahnya, jika kita manfaatkan lisan kita untuk kebaikan. “Kata-kata yang baik adalah sedekah”, begitulah Rasulullah SAW bersabda. Tetapi betapa banyak menit demi menit terlalui, tanpa ada makna dari lisan kita yang membuat hidup kita bisa berkualitas. Betapa ruginya kita, karena satu menit yang kita lalui dengan bercanda, sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk melafadzkan kalimat: “La ila illallah” sebagai dzikir yang paling afdzal dan yang akan menjadi kunci surga. Satu menit yang kita lalui bisa kita gunakan untuk membaca “Subhanallah, wal hamdulillah, wala ilaha illallah”, yang bisa memenuhi langit dan bumi. Satu menit bisa kita gunakan untuk membaca surat Al Ikhlash 3x yang menandingi bacaan al Quran 30 juz. Satu menit bisa kita gunakan untuk membaca “Subhanallah wa bihamdihi” dapat memberatkan timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Satu menit dapat kita gunakan untuk membaca al Quran yang pahalanya ada ditiap hurufnya dan dilipatgandakan sampai 10x lipat. Satu menit untuk bershalawat Nabi, satu menit untuk mendoakan saudara kita, satu menit, satu menit, dan satu menit, kalau kita gunakan untuk kebaikan betapa banyak pahala yang akan kita dapatkan. Dan betapa lebih banyak lagi pahala yang kita dapatkan bila kita bekerja sambil berdzikir.
Ma’asyiral muslimin rahimahullah…
Lisan bisa membahayakan diri kita dan orang lain. Suatu ketika ada seorang kakek pensiunan yang mengajak teman-temannya untuk berkumpul bersama melalui berburu hewan di hutan. Mereka rata-rata sudah berumur 60 tahun. Biasa… berawal dari temu kangen, lalu saling bercerita, tentang keluarga mereka, dan juga tentang nostalgia masa lalu. Kakek yang pertama bercerita saat waktu masih kecil bermain di kebun, sawah dan ladang. Ia mengaku semua tempat itu adalah milik orang tuanya. Saat menyebutkan satu petak tanah, ternyata ada kakek yang lain yang merasa bahwa sebidang tanah petak itu adalah miliknya. Masing-masing akhirnya saling mengaku. Maka terjadilah perang mulut dan ketegangan yang luar biasa. Terjadilah suatu yang tidak mengenakkan hati kakek yang kedua; yaitu kakek yang pertama mengatakan: “Jangan sekali-kali kamu mendekati tanah itu, kalau berani mendekat, kamu akan saya tembak” sambil mengacungkan senapan ke atas kepala kakek kedua sekitar 1-2 meter. Hal inilah yang membuat kakek kedua semalaman tidak bisa tidak bisa karena hatinya dongkol. Sebelum fajar tiba, ia sudah menyimpulkan untuk membunuh kakek yang pertama.
Setelah terbit matahari, hatinya tetap bersikeras untuk membunuh kakek pertama, lalu ia ambil senapan dan pergi ke tempat biasa kakek pertama kerja di sebuah sekolah khusus putrid sebagai driver. Lama ia menunggu dan muncul sosok yang ia tuju. Dan…. Terdengar tembakan yang merobohkan sosok itu. Maka ditangkaplah ia, kemudian ditahan dalam sel. Saat itu hatinya sudah lega, hingga berteriak pada para polisi: “Silakan tembak saya, atau bakar saya, atau silakan bunuh saya dengan apa saja. Yang penting hati saya sudah lega karena sudaah berhasil membunuhnya”. Tetapi ternyata setelah diusut, orang yang ditembak itu bukan kakek pertama yang menyakiti hatinya. Kemudian dia dipenjara seumur hidup dan menyesal selama-lamanya.
Barokallohu liwalakum filquranil adzim, wanafaani waiyyakumbimaafiihi minal ayati wadzikrilhakim, wataqobbalahu minniwaminkum tilawatahu innahu huwassamii’ul’alim.
Aquulu qoulihadza wastaghfirullooha innahu huwal ghofurorrokhiim.

(Duduk)

KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahiladzi arsala rosulahu bilhuda wa dinilhaq, liyudhirohu ‘aladdinikullihi walaukarihal musrikun.
Asyahdualla ilahailalloh waasyhaduanna muhammadan’abduhu warosulahu
Allohuma solli’ala muhammadin wa’ala alihi waashabihi ajma’in.
Ya ayyuhaladzi naamanu, taqullooha haqqa tuqaatih, walaa tamuutunna illa waantum muslimuun.

Ma’asyiral muslimin rahimahullah…
Kita harus mensyukuri nikmat Allah yang telah menganugerahi anggota tubuh yang sempurna, diantaranya adalah lidah. Karena ada orang yang tidak bisa berbicara tetapi dapat memberikan manfaat kepada orang lain melebihi kita yang serba sempurna ini. Al kisah disebutkan ada dua orang cacat, yang satu bisa melihat tetapi tidak bisa mendengar dan berbicara, yang satu lagi tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar dan tidak bisa berbicara. Dua-duanya dapat menyampaikan nasehat di hadapan jamaah masjid dengan perantara seorang penerjemah. Yang pertama menyampaikan ceramah dengan isyarat tangan, dan yang kedua dengan sentuhan jari. Para jamaah berterima kasih karena telah diingatkan tentang syukur dan taubat oleh dua orang yang dua-duanya lidahnya tidak berfungsi. Bagaimana dengan kita yang bisa berbicara dengan fasih, apakah kita gunakan untuk yang baik atau sebaliknya?
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waash haabiihii ajmaiin
Alhamdulillahirobbil’alamin
Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat.
Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin.
Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar.
Walhamdulillahirobbil’alamin.
Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha ‘anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun
Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar.