Sunday, November 30, 2014

Kancet Papatai

Tarian Kancet Papatai adalah tarian perang yang bercerita tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. Dalam tari Kancet Pepatay, penari memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah lengkap dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tarian ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
Kancet Pepatai adalah tarian dari suku Dayak Kenyah, mengisahkan tentang keberanian para pria (ajai) suku Dayak Kenyah dalam berperang. Tarian ini mengisahakan dari awal mula perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya.


Gerakan 1 :
-           Aba-aba dalam memulai tarian Kancet Papatai, biasanya dilakukan untuk memulai tarian perang.
-           Untuk penghormatan.



            

Gerakan 2 :
-          Pedang didepan, Bersiap menangkis pedang musuh.
-          Perisai di depan, untuk menahan serangan.





Gerakan 3 :
-          Perisai di depan, bertahan ketika musuh menyerang dan pedang bersiap-siap di belakang untuk membalikkan serangan lawan




Gerakan 4 :  
-          Bersiap mengasah
-          Menipu musuh





Gerakan 5 :
-          Bersiap untuk Menyerang


Naskah Drama

Ini adalah sedikit drama yang kami buat(sebenarnya kami mengambilnya dan mengubahnya) untuk tugas Seni Budaya.



Skenario Drama

1. Tema Drama : Nilai Kejujuran
2. Ritma Cerita Drama:

I)  Exposisi

Fahri
Fahreza
Hendry
Mubdi
Wildan
Naufal

II) Permasalahan

Fahri secara tidak sengaja menjumpai sebuah dompet yang terjatuh dihalaman sekolah

III) Komplikasi

Fahreza mencoba merayu Fahri supaya tidak mengembalikan dompet yang ditemukannya kepada pemiliknya.

IV) Catatan I

Fahri dan Fahreza kepergok oleh Lukman sedang berbagi duit yang bukan hak mereka

V) Catatan IIi

Hendry mencoba menyadarkan Fahri dan Fahreza supaya tidak mengambil hak orang lain dan lekas mengembaklikan barang (dompet) yang ditemukannya.

VI) Kesimpulan

Fahri dan Fahreza lantas pergi untuk mengembalikan dompet tersebut kepada sepemilik

3. Karakter

a. Protagonis (baik) : Fahri
b. Antagonis (jahat) : Fahreza
c. Tritagonis : Hendy
d. Figuran :

Naufal
Mubdi
Wildan

4.  Latar
a.  Tempat

Dihalaman sekolah

b.  Waktu/kejadian
siang hari

c. Sosial

Fahreza merasa seperti hendak buang air kecil, lalu dia buang air tidak pada tempatnya, dibawah sebuah pohon dihalaman sekolah.

Naskah Drama

Sejumlah siswa keluar dari ruang kelas untuk pulang.

Fahri dan Fahreza lantas pulang kerumah masing-masing dimana meraka adalah tetangga. hafis tidak kuat untuk menahan rasa ingin buang air kecil lantas dia buang air kecil dihalaman sekolah dimana disitu ada sebuah pohon besar.

Fahreza : Fah aku buang air dulu ok, sudah kebelet banget nih!

Fahri : Ya udah. Cepetan buruan. Nanti bisa telat nyampe rumah!

Fahreza : Ok, nggak lama kok.

Kemduian Fahri melihat sesuatu dibawah pohon besar didekat halaman.

Fahri : Apa sih itu? Kayaknya bukan barang berharga?!


Tidak lama kemudian Fahreza menyusul Fahri!


Fahreza : Apa itu? Dompet. Dompet siapa emang? Dimana kamu jumpa? Kapan kamu jumpa? Jangan-jangan kamu nggak bener nih?!

Fahri : Ngaco ah kamu. Nanya yang bener dong. Aku nemu dompet ini, nggak tau siap pemiliknya orang belum ku buka.

Fahreza : Ya udah cepetan dibuka!

Fahri : Ya deh!

Fahri dan Fahreza : Wow.. Banyak amat duitnya!

Fahri : Ada kartu identitasnya!

Fahreza : Bener, sepertinya KTP pemilik nih dompet.

Fahri : Rumah nih orang deket kok, balikin yuk!

Fahreza : Ngapain juga mesti dibalikin orang kita nemu. Udah deh, mending kita bagi aja tuh uang.

Fahri : Nggak mau ah, dosa tau.

Fahreza : Ya siapa suruh dia jatuhin tuh dompet

Fahri : Kalo kamu maksa, ya udah yuk kita bagi dua.


Lalu mereka berdua pulang. Selang 2 jam kemudian Fahreza main kerumah Fahri guna mengajak Fahri bermain.

Fahreza : Fahri, Fahri yuk pergi main!

Wildan : Eh kamu Fahreza! Silahkan masuk! Fahri lagi disuruh mamanya ngerjain pr dulu baru boleh main!

Fahreza : Ok kak, Makasih.

Wildan : Fahreza mau minum apa? Kakak buatkan!

Fahreza : Nggak perlu kak, nggak usah.

Wildan : Nggak boleh gitu dong za. Ayo mau minum apa?

Fahreza : Seadanya aja lah kak!

Wildan : Tunggu sebentar ya


Lantas munculah Kakak pertama Fahri.


Mubdi : Eh Fahreza, udah lama?

Fahreza : baru aja Kak. kakak apa kabar?

Mubdi : Baik. Mau ngajak Fahri bermain ya?

Fahreza : Iya kak. kakak Fahreza boleh nanya nggak?

Mubdi : Tentu. Mau nanya apaan?

Fahreza : Kok Fahri ngerjain pr nya sekarang sih kak. Kan nanti malam juga bisa!

Mubdi : Kalau nanti malam biasanya Fahri cepetan boboknya

Fahreza : Gitu ya kak. Ya udah deh Reza tungguin aja

Mubdi : Iya, ditunggu aja, bentar lagi juga udah selesai kok.

Wildan : Ini minumnya Za. Lekas diminum.

Fahreza : Iya kak, makasih.

Wildan : Kak, kan sekarang ada jadwal Kerja kelompok di sekolah?

Mubdi : Ye elah, kakak lupa. Ya udah deh lekas berangkat. Ri, kakak pergi dulu ya.

Fahri : Ya kak

Tidak ama kemudian

Fahreza : Fahri kok lama amat ya, padahal kalau akau cepet banget ngerjain pr gituan doang

Fahri : Sorry Za, lama nunggu ya?

fahreza : Iya, udah lama nih, dari tadi nungguin kamu.

Mereke berdua lantas duduk didepan rumah dan sedang membagi-bagikan uang hasil penemuan dompet dihalam sekolah tadi siang.

Fahreza : Cepat, kok lama banget!

Fahri : Duitnya ada 200 ribu. Kamu 100 ribu, aku 100 ribu.

Tidak lama berselang Hendry datang kerumah Fahri. (teman dekat kakaknya fahri)

Hendry : Hi Fahri/Fahreza. Lagi pada ngapain? Biasanya kalian main diluar, tumben pada nongol disini. Za/ri apa itu? Uang siapa kok banyak?

fahreza : Ya uang kita dong kak, masa uang orang kita bawa.

Hendry : Ah, nggak mungkin. Kalian kan masih kanak-kanak, masak punya uang sebanyak itu. Aku tannya kak Wildan Ya.

Fahri : Sebenarnya ini bukan duit kita Mas, kita nemu dijalan.

Fahreza : Kok nggak dibalikin?

Fahri : Aku udah mikir gitu Mas, tapi Fahreza yang ngotot ngajak ngebagi uang ini.

Fahreza : Coba Mas liat alamat pemiliknya

Fahri : Tadi maksud  Fahri mau balikin ke pemiliknya mas. Tapi Fahreza melarang.

Hendry : Nggak boleh gitu dong dik, itu namnya merampas hak orang lain sekalipun kalian nemu, karena yang bersangkutan kan membutuhkannya.

Fahri : Aku udah bilang ke Reza, tapi dianya masih ngotot

Hendry : Ya udah deh, mendingan kalian balikin sekarang ke pemiliknya.

fahreza : maaf mas, aku emang salah.

Fahri : Ayo kita balikik dompet ini!

Mereka berdua lantas pergi kerumah pemilik dompet tersebut dengan maksud untuk mengembalikannya.

Fahreza : Selamat sore..

Naufal : Sore.. Siapa?

Fahreza : Maaf, ini betul rumahnya Naufal?

Naufal : Betul, ada yang bisa dibantu? Kalian siapa ya?

Fahri : Kami berdua datang kesini dengan tujuan untuk mengembalikan dompet yang tadi siang kami temukan dihalaman sekolah.

Naufal : Nemu dompet? Sebentar ya, saya lihat dulu. Silahkan masuk!

Naufal masuk ke kamar dan mengecek dompet tesebut, sementara fahri dan Fahreza masih berada diruang tamu.

Naufal : Benar, ini memang dompet saya. Terimakasih banyak ya sudah mau mengembalikan dompet saya yang kalian temuakan. Kalian baik sekali

Fahreza : Itu memang sudah menjadi kewajiban kami untuk mengembalikan sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Fahri : Benar

Naufal : Duuh.. terimakasih banyak ya

Fahri dan Fahreza : Sama-sama!





Sumber : Google

Data dan Fakta Budaya Kaltim

Data dan Fakta Budaya Kaltim

·        Keraton
Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak, sering disebut ”Nansarunai Usak Jawa”, yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (Fridolin Ukur,1971). Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar, sebagian masuk daerah pedalaman. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1608).
           Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin, salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum).
Tidak hanya dari nusantara, bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam.
Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen, belanga (guci) dan peralatan keramik
·        Pesisir
                   Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis, Makasar, Jawa pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, suku Dayak hidup terpencar-pencar diseluruh wilayah Kalimantan dalam rentang waktu yang lama,mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan.Suku ini terdiri atas beberapa suku yang masing-masing memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda.
                   Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai, masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah, bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba.
·        Pedalaman

Suku dayak merupakan suku asli dari kalimantan yang hidup berkelompok dan tinggal di daerah pedalaman seperti digunung dan sebagainya.kata dayak sebenarnya diberikan oleh orang mmelayu yang datang ke kalimantan.semboyan orang dayak adalah “menteng ueh mamut” ,yang artinya seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani , serta tidak mengenal menyerah atau pantang mundur.
Pada tahun 1977-1978 saat itu benua Asia dan pulau Kalimantan merupakan bagian nusantara yang menyatu yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan “Muller-Schwaner”. Suku Dayak merupakan penduduk Kalimantan yang sejati. Namun setelah orang-orang Melayu dari Sumatra dan Semenanjung Malaka datang, mereka makin lama makin mundur ke dalam.
Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sandung yang sudah dibuat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Upacara Tiwah bagi suku Dayak sangatlah sakral, Pada acara Tiwah ini sebelum tulang-tulang orang mati tersebut diantarkan dan diletakan di tempatnya (Sandung), banyak sekali acara-acara ritual, tarian, suara gong maupun hiburan lain, Sampai akhrinya tulang-tulang itu diletakan pada temapatnya (sandung).
Dunia Supranatural bagi suku Dayak memang sudah sejak zaman dulu merupakan ciri khas Kebudayaan Dayak.Karena supranatural ini pula orang luar negeri sana menyebut Dayak sebagai pemakan manusia ( kanibal ). Namun pada kenyataannya suku Dayak adalah suku yang sangat Cinta Damai asal mereka tidak diganggu dan ditindas semena-mena. Kekuatan supranatural Dayak Kalimantan banyak jenisnya, contohnya Manajah Antang. Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan.
            Mangkok merah merupakan media persatuan suku Dayak. Mangkok merah beredar jika Suku Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya besar. “PANGLIMA” atau suku Dayak sering menyebutnya Pangkalima biasanya mengeluarkan isyiarat siaga atau perang berupa mangkok merah yang diedarkan dari kampung ke kanpung secara cepar sekali. Dari penampilan sehari-hari banyak orang tidak mengetahui siapa pangkalima suku Dayak itu. Orangnya itu bisa-biasa saja, hanya saja ia memiliki kekuatan Supranatural yang luar biasa.
Mangkok merah tidak sembarangan diedarkan. Sebelum diedarkan sang panglima harus membuat acara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai perang. Dalam acara adat itu roh para leluhur akan merasuki dalam tubuh pangkalima lalu jika pangkalima tersebut ber “Tariu” ( memanggil roh leluhur untuk untuk meminta bantuan dan menyatakan perang ) maka orang-orang Dayak yang mendengarnya juga akan mempunyai kekuatan seperti panglimanya. Biasanya orang yang jiwanya labil bisa sakit atau gila bila mendengar tariu.
Orang-orang yang sudah dirasuki roh para leluhur akan menjadi manusia dan bukan. Sehingga biasanya darah, hati korban yang dibunuh akan dimakan. Jika tidak dalam suasana perang tidak pernah orang Dayak makan manusia. Kepala dipenggal, dikuliti dan di simpan untuk keperluan upacara adat. Meminum darah dan memakan hati itu, maka kekuatan magis akan bertambah. Makin banyak musuh dibunuh maka orang tersebut makin sakti.

Mangkok merah terbuat dari teras bambu (ada yang mengatakan terbuat dari tanah liat) yang didesain dalam bentuk bundar segera dibuat. Untuk menyertai mangkok ini disediakan juga perlengkapan lainnya seperti ubi jerangau merah (acorus calamus) yang melambangkan keberanian (ada yang mengatakan bisa diganti dengan beras kuning), bulu ayam merah untuk terbang, lampu obor dari bambu untuk suluh (ada yang mengatakan bisa diganti dengan sebatang korek api), daun rumbia (metroxylon sagus) untuk tempat berteduh dan tali simpul dari kulit kepuak sebagai lambang persatuan. Perlengkapan tadi dikemas dalam mangkok dari bambu itu dan dibungkus dengan kain merah.

Resume Drama Musikal Pararoh

Pararoh


Naskah:Hamdani

Revisi:Adam Khalik

Sutradara:Adam Khalik

Tema:Pemanggilan Roh Untuk Curhat Tentang alam

Konsep Pertunjukkan:Drama musical tradisional

Resume:Manusia hanyalah membawa petaka bagi alam.manusia gelisah karena saling salah menyalahkan orang lain.mereka bingung siapa sebenarnya yang salah,akhirnya mereka mamnggil para roh seperti Roh hewan, Roh tanah, Roh kuman, Roh tumbuhan, Roh udara,dan, Roh hutan.
Roh hutan pasrah akan keadaannya karena manusia telah merusaki hutannya dengan alat yang canggih.Roh tanah bersedih karena tanahnya telah di galih untuk keperluaan manusia seperti batu bara,minyak gas dan lain lain hingga habis sehingga tanah mereka tandus.Roh tanah marah mereka ingin balas dendam dengan mendatangkan bencana alam seperti tanah longsor,gempa bumi dan lain lain.tetapi tidak semua manusia itu serakah hanya orang memiliki idealisme saja yang bisa menghentikannya tapi mereka tidak mampu karena tidak mendapat restu dari sang penguasa/pemerintah karena mereka sangat kuat.roh sungai dan hewan marah karena manusia membuang limbah pabrik ke sungai dan juga membuang kotoran ke sungai,sehingga kehidupan hewan di laut terganggu dan dapat menyababkan punah
Jadi kita bisa mendapat kesimpulan dari drama di atas salah satunya adalah tidak semua manusia itu serakah orang punya idealisme dapat mencegahnya tetapi mereka susah mendapatkan persetujuan dari pemerintah karena pemerintah banyak melakukan korupsi atau pelanggaran dan juga pemerintah bisa dapat dilindungi dari hukum.maka dari itu banyak hutan gundul,tanah tandus,sungau tercemar,bahkan ekosistem di berbagai alam dapat punah.Jadi mulai dari sekarang kita harus menjaga alam kita untuk masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang

Oleh : Naufal Aditya Dirgandhavi

Kelas : X MIPA 7

Pelanggaran HAM Berat

Pembantaian di Indonesia 1965–1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru: Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.
Kudeta yang gagal menimbulkan kebencian terhadap komunis karena kesalahan dituduhkan kepada PKI. Komunisme dibersihkan dari kehidupan politik, sosial, dan militer, dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. Pembantaian dimulai pada Oktober 1965 dan memuncak selama sisa tahun sebelum akhirnya mereda pada awal tahun 1966. Pembersihan dimulai dari ibu kota Jakarta, yang kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Timur, lalu Bali. Ribuan vigilante (orang yang menegakkan hukum dengan caranya sendiri) dan tentara angkatan darat menangkap dan membunuh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI. Meskipun pembantaian terjadi di seluruh Indonesia, namun pembantaian terburuk terjadi di basis-basis PKI di Jawa Tengah, Timur, Bali, dan Sumatera Utara.
Usaha Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme, agama, dan komunisme melalui Nasakom telah usai. Pilar pendukung utamanya, PKI, telah secara efektif dilenyapkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis; dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan. Pada Maret 1967, Soekarno dicopot dari kekuasaannya oleh Parlemen Sementara, dan Soeharto menjadi Presiden Sementara. Pada Maret 1968 Soeharto secara resmi terpilih menjadi presiden.

Pembantaian ini hampir tidak pernah disebutkan dalam buku sejarah Indonesia, dan hanya memperoleh sedikit perhatian dari orang Indonesia maupun warga internasional. Penjelasan memuaskan untuk kekejamannya telah menarik perhatian para ahli dari berbagai prespektif ideologis. Kemungkinan adanya pergolakan serupa dianggap sebagai faktor dalam konservatisme politik "Orde Baru" dan kontrol ketat terhadap sistem politik. Kewaspadaan terhadap ancaman komunis menjadi ciri dari masa kepresidenan Soeharto. Di Barat, pembantaian dan pembersihan ini digambarkan sebagai kemenangan atas komunisme pada Perang Dingin.



Sumber : Wikipedia

Bola

Selamat Malam... disini saya akan membagikan tugas fisika saya dan kelompok saya, yaitu menghitung kecepatan ketinggian bola terhadap waktu dari bola kasti yang dilambungkan keatas. Disini saya menggunakan bantuan dari tracker(software yang diberikan oleh guru fisika)



1.       Tabel 1 : Kecepatan ketinggian (cm) terhadap waktu (s)
Waktu (s)
Ketinggian (cm)
0.27
104.68
0.30
112.18
0.33
118.37
0.37
123.56
0.40
127.53
0.43
130.46
0.47
132.31
0.50
133.13
0.53
132.93
0.57
131.36
0.60
128.69
0.64
125.19
0.67
120.16
0.70
114.96
0.74
107.27
0.77
98.98
0.80
89.77
0.84
79.31
0.87
67.56
0.90
54.58
0.94
38.64
0.97
23.25
1.00
7.67
1.04
-11.08
0.27
104.68
0.30
112.18
0.33
118.37
0.37
123.56
0.40
127.53
0.43
130.46
0.47
132.31
0.50
133.13

2. Grafik Ketinggian (cm) terhadap waktu (s)

3. grafik kecepatan (cm/s) terhadap waktu(s)


4. Grafik percepatan  terhadap waktu(s)



NB : Foto tidak dapat saya lampirkan karena tidak bisa diupload

Announcement

Game Making Competition

For All of the visitor of this blog
Do you spend your whole time in front of your laptop? Do you like playing game? Try make it! There will be a gaming competition to celebrate the New Year’s Eve. You can make any games genres as you like(e.g. TPS, FPS, RPG, etc.). The event will be held on :

Date and Time               :        Thursday, January 1st 2015 – Sunday, February 1st 2015
Place                                 :        SMAN 10 Samarinda.
Fee                                    :        Rp50.000,-

There will be some prices for the winner, don’t worry, you can still get some souvenirs from our blog for all of the participant. If you interested in joining and the further information, please contact :
081234567890 (Budi), or you can go to SMAN 10 Samarinda
Or you can register online by visiting
http://www.inazumahikari.blogspot.com


Competition Comitee 



 Naufal Aditya D






 (NB : THIS ISN'T A REAL ANNOUNCEMENT, I ONLY MAKE IT FOR ENGLISH'S HOMEWORK)